BELLE LAMI > BURSA TENAGA KERJA > Tanaman Pangan Alternatif
 
 
 

Tanaman Pangan Alternatif

Diposting oleh FransYM on 2009/9/6 1:11:45 (991 reads)
Aplikasi Nuklir - Pertanian

Sorgum merupakan tanaman potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia, khususnya di daerah kering. Keunggulannya terletak pada sifat ketahanan terhadap kekeringan, produksi tinggi biaya produksi relatif murah, lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman dibandingkan dengan tanaman pangan yang lain. Produksi sorgum di Indonesia masih sangat rendah, bahkan secara umum produk sorgum belum tersedia di pasar lokal. Banyak negara yang menggunakan sorgum sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Di dunia, sebagai bahan pangan sorgum berada diurutan kelima setelah gandum, padi, jagung, dan barley (ICRISAT/FAO, 1996). Biji sorgum dapat disasah menjadi beras sorgum yang kemudian dimasak menjadi nasi atau bubur sorgum.

Di Jawa sorgum dikenal dengan nama Cantel, sering ditanam di lahan tegalan sebagai tanaman sela. Tanaman ini juga memiliki kandungan nutrisi yang baik, bahkan kandungan protein dan unsur-unsur penting lainnya lebih tinggi dibanding beras atau jagung.


Penelitian perbaikan varietas tamanan sorgum melalui pemuliaan tanaman dengan teknik nuklir (teknik mutasi) telah dilakukan Batan sejak 1996. Melalui mutasi induksi dengan sinar gamma, tanaman sorgum varietas Durra yang berasal dari Icrisat, India ditingkatkan keragaman genetiknya. Seleksi tanaman dilakukan untuk mendapatkan galur-galur dengan sifat agronomi dan kualitas lebih unggul dari induknya. Selanjutnya galur-galur tanaman terseleksi diuji performa dan daya hasilnya pada lahan dengan kondisi kekeringan (marginal) di Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Tujuan penelitian adalah meningkatkan produksi sorgum untuk mendukung upaya ketahanan pangan ternak masyarakat setempat, khususnya selama musim kering.

Hasil penelitian berupa galur-galur sorgum dengan bermacam variasi sifat agronomi dan tingkat kualitas seperti semi-dwarf, kegenjahan, ukuran dan warna biji, bentuk dan ukuran malai, ketahanan terhadap kekeringan dan sebagainya telah diperoleh dan kini dikoleksi sebagai plasma nutfah di Batan. Plasma nutfah sorgum tersebut dapat digunakan dalam program penelitian dan pengembangan sorgum lebih lanjut.
Dalam melakukan litbang sorgum, Batan bekerja sama dengan banyak mitra, seperti Direktorat Serelia, Direktorat Benih, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Deptan), dan beberapa dinas pertanian tingkat provinsi dan kabupaten. Selain itu juga dilakukan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi diantaranya UGM, IPB, Unpad Bandung, dan lain-lain. Penelitian sorgum di Batan mendapat dukungan dari beberapa lembaga internasional yaitu International Atomic Energy Agency (IAEA), Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA), Japan Society for the Promotion of Science dan Intenational Crop Research Institute for the Semi-Arid Tropics. Dengan pihak swasta, Batan bekerja sama dengan PT Multi Usaha Wisesa (anak perusahaan Lippo Enterprise), khususnya dalam litbang sorgum sebagai bahan baku industri. Perusahaan ini akan mengembangkan sorgum hasil riset Batan menjadi bahan baku bermacam industri seperti industri pangan, industri pakan ternak dan industri pati termodifikasi (modified Starch).
sebelumnya - selanjutnya Printer Friendly Page Send this Story to a Friend Buat file PDF dari artikel
 
Seluruh komentar adalah milik komentator. Kami tidak bertanggung jawab terhadap isi komentar.

Poster     Thread
Tamu     
Posted: 2009/3/30 20:55  Updated: 2009/4/2 7:33
    
 Re: SORGUM Tanaman Pangan Alternatif
saya tertarik untuk mengembangkan sorgum di jatim.
-apa syarat lokasi dari sorgum ini?
-dimana saya bisa mendapatkan benih dari sorgum unggul ini, varietas sorgum mas?
-apakah varietas untuk pengembangan pangan ini juga sama untuk pengembangan bioethanol?

 
 
 
BIOETHANOL